DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP,-Tradisi Sapi Sonok terus dilestarikan masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan kecantikan dan keanggunan sapi betina, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpemilik sapi.
Kontes Sapi Sonok kembali digelar di Kabupaten Sumenep. Dalam tradisi ini, pasangan sapi betina dirawat dan dipersiapkan secara khusus sebelum mengikuti perlombaan.
Sebanyak sekitar 35 pasangan sapi turut ambil bagian dalam kontes tersebut.
“Kami senang dapat ikut serta dalam kontes kali ini, karena ini bagian dari melestarikan budaya nenek moyang yang khas,” ujar Jumat, salah seorang peserta lomba.
Dalam perlombaan, tiga pasangan sapi secara bergantian memasuki arena. Para juri menilai keserasian langkah kedua sapi agar dapat berjalan kompak, tetap berada di jalur, serta menunjukkan gerakan yang selaras.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan berjalan. Kondisi dan kesehatan sapi, kesesuaian pasangan, hingga penampilan dan perhiasan yang dikenakan juga menjadi bagian dari penilaian.
Untuk mendapatkan pasangan Sapi Sonok yang ideal, pemilik harus memberikan perawatan khusus. Mulai dari menjaga kesehatan, memberikan pakan yang sesuai, hingga melatih kekompakan langkah kedua sapi dilakukan secara rutin.
Perawatan tersebut membutuhkan ketelatenan dan waktu, karena pasangan sapi harus mampu menunjukkan gerakan yang serasi saat berada di arena perlombaan.
Semarak kontes semakin terasa dengan iringan musik tradisional saronin. Alunan musik tersebut mengiringi langkah sapi yang bergerak anggun sekaligus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Sapi Sonok.
Kontes Sapi Sonok sendiri biasanya digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat paguyuban atau kecamatan, kabupaten, hingga tingkat keresidenan.
Bagi masyarakat Madura, Sapi Sonok bukan sekadar kompetisi untuk mencari pasangan sapi terbaik. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain melestarikan warisan leluhur, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarpeternak dan pemilik Sapi Sonok.
Dengan terus digelarnya kontes Sapi Sonok, masyarakat Madura berharap tradisi tersebut tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi muda sebagai salah satu kekayaan budaya Madura.






