DAMAIRA.CO.ID, PAMEKASAN-Cuaca buruk disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, memilih tidak melaut.
Kondisi tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan, mengingat angin kencang juga menyebabkan gelombang laut cukup tinggi. Para nelayan memilih menunggu hingga kondisi cuaca kembali membaik sebelum kembali mencari ikan di laut.
Situasi ini mendapat perhatian dari Polairud Polres Pamekasan. Petugas turun langsung memberikan imbauan kepada para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca dinilai membahayakan.
Sejumlah anggota Polairud mendatangi para nelayan di Desa Branta Pesisir yang tengah memperbaiki peralatan melaut. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengingatkan nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.
Salah seorang nelayan, Khaerul Umam, mengatakan dirinya bersama nelayan lainnya sudah dua hari tidak melaut akibat cuaca yang kurang bersahabat.
“Kami sudah dua hari tidak melaut karena cuaca ekstrem. Kami juga berterima kasih kepada Polairud yang terus memberikan imbauan kepada para nelayan,” ujar Khaerul Umam.
Sementara itu, Kanit Polairud Polres Pamekasan, Aiptu Susilo Hadi, membenarkan pihaknya terus memberikan peringatan kepada para nelayan terkait kondisi cuaca.
Menurutnya, dalam tiga hari terakhir kondisi cuaca cukup ekstrem dengan angin yang bertiup kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi.
“Kalau kondisi cuaca masih seperti ini, sebaiknya nelayan tidak melaut. Keselamatan harus menjadi yang utama,” kata Susilo.
Polairud Polres Pamekasan juga mengingatkan para nelayan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.








