DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal secara intens proses pencairan dana keikutsertaan kontingen Sumenep pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Ia menyebut, keterlambatan pencairan dapat berdampak langsung terhadap persiapan para atlet yang akan membawa nama baik daerah.
“Komisi IV akan mengawal secara khusus agar anggaran hibah untuk keikutsertaan Porprov ini segera terealisasi. Ini menyangkut kepentingan daerah dan para atlet,” ujarnya, Senin (5/5/2025).
Hingga awal Mei ini, anggaran sebesar Rp1,3 miliar yang direncanakan untuk mendukung keikutsertaan kontingen Sumenep belum juga cair. Penyebabnya adalah belum rampungnya pembahasan internal oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Mulyadi menekankan, DPRD melalui Komisi IV tidak akan tinggal diam. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan TAPD bergerak cepat agar hak-hak atlet tidak terhambat.
“Ini menyangkut nama baik Sumenep di kancah provinsi. Kami tidak ingin para atlet terkendala hanya karena persoalan administratif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Mohamad Iksan, menjelaskan bahwa dana Porprov kini tidak lagi dikelola langsung oleh dinasnya, melainkan telah dialihkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam bentuk hibah. “Jadi, anggaran Porprov langsung dalam bentuk hibah ke KONI, bukan melalui kami lagi,” katanya.
Meskipun begitu, Iksan menyebut bahwa KONI telah menerima dana hibah keolahragaan senilai Rp2 miliar, yang menurutnya dapat digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan mendesak menjelang pelaksanaan Porprov.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KONI Sumenep, Abd Kadir, mengakui bahwa keterlambatan pencairan dana sangat memengaruhi persiapan atlet. “Mulai dari latihan dan kebutuhan lainnya, jika anggaran belum turun, tentu semuanya jadi tersendat,” ungkapnya.
Dengan kondisi ini, DPRD Sumenep, khususnya Komisi IV, mengambil peran strategis untuk memastikan proses anggaran berjalan lancar. Mulyadi menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat hingga dana benar-benar cair dan dimanfaatkan sesuai peruntukan. “Kami akan kawal sampai tuntas,” pungkasnya.








