DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Budaya lokal kembali menjadi sorotan dalam Festival Jaran Serek yang digelar untuk ketiga kalinya sejak tahun 2020, awal kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Festival ini tak hanya menjadi hiburan, tapi juga menjadi simbol kuat upaya pelestarian warisan budaya leluhur.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, bersama masyarakat dan komunitas pecinta Jaran Serek, menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya khas Madura ini. Jaran Serek bukan hanya pertunjukan tradisional, tapi juga kekayaan budaya yang berpotensi besar sebagai daya tarik wisata.
“Ini bukan hanya tentang seni pertunjukan, tapi tentang identitas kita sebagai orang Sumenep. Kita harus menjaganya bersama,” tegas Bupati Fauzi dalam sambutannya.
Festival yang menjadi bagian dari Sumenep Calendar of Event ini digelar dari halaman Museum Keraton Sumenep hingga ke depan Lapangan Kerapan Sapi, dengan diikuti 75 peserta dari berbagai wilayah. Selain menjadi hiburan, festival ini bertujuan memperkenalkan tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luar daerah.
Namun, Bupati Fauzi juga menyoroti sejumlah tantangan, seperti perlunya penyegaran dalam penampilan, minimnya regenerasi pelaku seni, hingga kurangnya promosi ke luar daerah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan acara ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga budaya lokal.
“Jaran Serek lebih dari sekadar tontonan. Ini adalah cermin kekayaan tradisi kita yang kini mulai menjadi magnet baru dalam geliat pariwisata lokal,” pungkas Bupati.







