DAMAIRA.CO.ID, PAMEKASAN-Pemerintah resmi menunjuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai saluran utama penyaluran barang-barang bersubsidi. Mulai dari LPG 3 kg, beras, minyak goreng, hingga pupuk ke depan akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Keputusan ini disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026). Menurut Ferry, ini merupakan keputusan sejarah untuk menguatkan peran koperasi di Indonesia.
“Kami mohon doa dukungannya. Untuk pertama kalinya seluruh penyaluran barang-barang bersubsidi akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini luar biasa,” ujar Ferry.
Ferry menjelaskan, keputusan tersebut telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada 15 Juli lalu. Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden yang mengatur skema penyaluran tersebut.
Perpres itu juga akan mengatur penyaluran bantuan pangan nontunai, layanan jasa perbankan, serta program permodalan Mekaar dengan bunga yang diturunkan Presiden menjadi 8 persen dari sebelumnya 22 persen.
Saat ini sudah terbentuk 18.285 Koperasi Merah Putih. Targetnya pada Agustus mendatang jumlahnya akan mencapai 30 ribuan lebih dan akan diresmikan langsung oleh Presiden.
Paralel dengan pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga sedang melaksanakan pelatihan bagi 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih. Mereka akan ditempatkan di minggu pertama Agustus di seluruh Indonesia.
Proses verifikasi terhadap bangunan, gudang, dan perlengkapan koperasi juga tengah dilakukan. Tim verifikasi di daerah sudah dibentuk.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kontribusi koperasi dan UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan I mencapai 60 persen. Ia meminta agar Koperasi Merah Putih dikuatkan tata kelolanya dan menggunakan ekosistem digital.
“60 persen adalah kontribusi koperasi dan UMKM. Luar biasa Pak Menteri. Oleh karena itu mari kita jaga bersama, kita kuatkan, sekaligus kita tingkatkan tata kelolanya,” kata Khofifah.
Hingga saat ini Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah badan hukum Koperasi Merah Putih terbanyak, yaitu 8.494 koperasi.(mad)
