DAMAIRA.CO.ID, PAMEKASAN-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7/2026).
Kehadiran Khofifah disambut antusias masyarakat yang telah memadati lokasi sejak siang hari. Warga rela mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Pasar murah tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Jatim menyediakan sedikitnya 11 komoditas pangan bersubsidi. Di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur ayam, tepung terigu, bawang merah, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Bentuk Nyata Perlindungan Daya Beli
Di hadapan masyarakat, Khofifah menegaskan pasar murah bukan sekadar kegiatan penjualan sembako murah, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Pasar murah ini menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian, stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan,” ujarnya.
Libatkan UMKM Lokal
Selain menyediakan kebutuhan pokok murah, pasar murah juga menjadi ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk lokal turut dipasarkan agar mampu menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan perekonomian daerah.
“UMKM selalu kami libatkan dalam setiap pasar murah. Ini bagian dari upaya menguatkan UMKM di mana pun berada. Harapan kami, UMKM bisa naik kelas. Jika produknya telah memenuhi syarat dan lolos kurasi, akan kami bawa dalam misi dagang,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, pasar murah menjadi salah satu instrumen efektif untuk menekan gejolak harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pada dasarnya pasar murah ini adalah bentuk penjangkauan pemerintah kepada masyarakat agar daya beli tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” pungkasnya.
Pemprov Jatim menargetkan kegiatan serupa terus digelar di berbagai wilayah hingga akhir tahun sebagai langkah konkret pengendalian inflasi dan perlindungan konsumen.






