DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Menjelang kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Sumenep, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjemputan secara berlebihan, khususnya dengan menggelar konvoi kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama jajaran kepolisian mengingat tradisi penjemputan jamaah haji dengan iring-iringan kendaraan roda dua maupun roda empat hampir selalu terjadi setiap musim pemulangan haji.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiluddin, mengatakan pihaknya memahami bahwa penjemputan merupakan bentuk rasa syukur dan kebahagiaan keluarga atas kepulangan jamaah dari Tanah Suci. Namun demikian, masyarakat diminta tetap mengedepankan ketertiban dan keselamatan.
“Penjemputan jamaah haji tentu merupakan momen yang membahagiakan bagi keluarga. Namun kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi secara berlebihan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain maupun menimbulkan kemacetan,” ujar Kamiluddin.
Ia menambahkan, apabila masyarakat tetap ingin melakukan pengawalan atau iring-iringan kendaraan, jumlah kendaraan yang terlibat sebaiknya dibatasi.
“Kalaupun ada pengawalan keluarga, hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak melibatkan terlalu banyak kendaraan. Yang terpenting adalah keselamatan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, Dita Pradiptya, mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan lalu lintas selama proses penjemputan berlangsung.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan penjemputan jamaah haji agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melanggar rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak melakukan aksi yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” kata Dita.
Menurutnya, kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik guna mengantisipasi kepadatan kendaraan saat jamaah haji tiba di daerah.
“Pengaturan lalu lintas akan kami lakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar dan aman. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama sehingga proses penjemputan berjalan tertib dan kondusif,” ujarnya.
Pemerintah dan kepolisian berharap semangat menyambut kepulangan jamaah haji tetap diwujudkan dalam suasana yang khidmat tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, jamaah haji asal Kabupaten Sumenep dijadwalkan mulai tiba di Indonesia pada 21 hingga 22 Juni 2026 sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.
Dengan kedatangan jamaah yang tinggal menghitung hari, masyarakat diharapkan dapat menyambut para tamu Allah tersebut dengan penuh rasa syukur, sekaligus tetap menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya.(mat)






