Warga Tanjung Minta Prioritas Pemanfaatan Gas Daerah bagi Masyarakat Sekitar

oleh
oleh
Ilustrasi

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Di tengah kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram yang terjadi belakangan ini, warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meminta pemerintah setempat agar hasil eksploitasi gas di wilayah mereka yang dikelola PT EML dapat turut disalurkan kepada masyarakat setempat.

Dampak tekanan ekonomi global kini mulai dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut turut memperparah kesulitan warga dalam memperoleh gas bersubsidi yang saat ini harganya semakin mahal dan sulit didapat.

Oleh karena itu, warga meminta para pemangku kebijakan, khususnya di Kabupaten Sumenep, untuk mendesak perusahaan pengelola migas di Desa Tanjung agar memprioritaskan distribusi gas kepada masyarakat sekitar sebagai daerah penghasil.

“Kami berharap pemerintah dapat memastikan gas yang dikelola di daerah ini juga disalurkan kepada masyarakat, sehingga ke depan kami selaku ibu ramah tangga tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan gas,” ujar Devita Dwi Utami, warga Desa Tanjung.

Ia menambahkan, masyarakat akan menyambut positif apabila gas yang diproduksi di wilayahnya benar-benar dapat dinikmati oleh warga setempat.

“Apalagi saat ini harga gas mahal dan sulit didapat. Jika program itu terealisasi, kami tentu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep,” harapnya.

Menanggapi permintaan warga Desa Tanjung terkait distribusi gas di wilayahnya, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Saronggi, Arman Mustafa, menyatakan akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menyampaikannya kepada pimpinan di tingkat kabupaten yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami akan meneruskan aspirasi ini kepada pimpinan di kabupaten sebagai pihak yang memiliki otoritas dalam menentukan kebijakan,” ujarnya.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *