DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk program Mudik Gratis dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriyah pada Tahun Anggaran 2026. Anggaran yang bersumber dari APBD tersebut difokuskan untuk membantu pembiayaan transportasi pemudik, baik jalur darat maupun laut.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp260 juta dialokasikan untuk transportasi darat, sementara Rp860 juta diperuntukkan bagi layanan transportasi laut menuju wilayah kepulauan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Zulkarnaen, menjelaskan bahwa mudik gratis jalur darat melayani rute Jakarta–Sumenep menggunakan armada bus.
“Pemkab menyiapkan delapan bus dengan kapasitas masing-masing 45 kursi,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Selain jalur darat, Pemkab juga menyiapkan empat kapal untuk melayani perantau yang akan pulang ke wilayah kepulauan. Seluruh anggaran, lanjutnya, difokuskan untuk pembelian tiket penumpang, bukan untuk menyewa armada.
“Betul, Rp260 juta untuk transportasi darat dan sekitar Rp860 juta untuk transportasi laut. Sistemnya bukan sewa kapal, tetapi pembelian tiket. Pemkab yang membayar tiket penumpang kepada pihak operator,” jelasnya.
Adapun kapal yang akan melayani program mudik kepulauan antara lain Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS 3, dan Sabuk Nusantara.
Zulkarnaen menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih mendata kebutuhan armada dan belum memastikan adanya penambahan bus maupun kapal. “Sementara itu yang kami catat. Mungkin ada penambahan dukungan dari Pemprov,” katanya.
Program Mudik Gratis 2026 ini merupakan bagian dari misi “Bismillah Melayani” Pemkab Sumenep. Program tersebut bertujuan meringankan beban biaya masyarakat saat Lebaran, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan mobilitas saat musim mudik, sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat perantauan dengan keluarga di kampung halaman.
“Kami mengimbau masyarakat di perantauan, khususnya Jakarta dan sekitarnya, untuk memanfaatkan program ini guna pulang kampung dan mempererat silaturahmi. Mari manfaatkan mudik gratis untuk ‘nambhai kerrong’ kepada kerabat dan handai tolan,” pungkasnya.(mad)
