Analisis Pengamat Politik Adi Prayitno: Tiga Poros Berpotensi Menjadi Penantang Prabowo pada Pilpres 2029

oleh
oleh
Pengamat politik Adi Prayitno.

DAMAIRA.CO.ID, SUMEMEP-Pengamat politik Adi Prayitno memprediksi pertarungan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih sangat dinamis. Dalam kanal YouTube pribadinya, Adi Prayitno Official, yang diunggah pada tanggal 18 Juli 2026. Ia menilai terdapat tiga poros politik di luar kekuatan koalisi Presiden Prabowo Subianto yang berpotensi menjadi penantang pada Pilpres 2029.

Menurut Adi, hampir dapat dipastikan Prabowo Subianto akan kembali maju sebagai calon presiden untuk periode kedua. Sinyal tersebut, kata dia, telah beberapa kali disampaikan secara terbuka oleh Partai Gerindra dalam berbagai kesempatan.

“Pertanyaan pentingnya adalah siapa tokoh atau partai politik yang memiliki keberanian dan kekuatan untuk menjadi pesaing Prabowo Subianto pada Pilpres 2029,” ujarnya.

Adi menjelaskan, putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus ketentuan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen telah membuka peluang bagi seluruh partai politik peserta Pemilu 2029 untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik partai yang memiliki kursi di DPR maupun partai nonparlemen.

Secara aturan, kondisi tersebut membuat setiap partai politik peserta pemilu memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan pasangan calon.

Namun, menurut Adi, secara politik situasinya berbeda. Ia menilai banyak partai akan berpikir realistis dan lebih memilih bergabung dengan Prabowo dibandingkan mengusung calon sendiri.

“Sebagai petahana, Prabowo diperkirakan memiliki keunggulan politik, dukungan kekuasaan, jaringan, serta sumber daya yang besar sehingga peluang untuk mengalahkannya tidak mudah,” katanya.

Karena itu, Adi memperkirakan sebagian besar partai politik justru akan lebih fokus memperebutkan posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo dibandingkan mengajukan calon presiden sendiri.

Dalam analisanya, Adi memetakan tiga poros politik yang dinilai memiliki potensi membentuk kekuatan di luar koalisi Prabowo.

Pertama adalah poros Solo, yang identik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo beserta jaringan politiknya, termasuk PSI dan kelompok relawan.

Kedua adalah poros Cikeas, yang dipimpin Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui Partai Demokrat.

Ketiga adalah poros yang dipimpin Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Adi, ketiga poros tersebut memiliki modal politik karena dipimpin tokoh-tokoh yang pernah menjabat sebagai presiden dan memiliki jaringan politik yang luas.

Ia kemudian mengajukan sejumlah skenario politik. Apabila Gibran Rakabuming Raka tidak kembali dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, maka PSI dinilai memiliki peluang untuk mengusung Gibran sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.

“Kalau Mas Gibran tidak berjodoh kembali dengan Pak Prabowo, maka PSI bisa mengusung Mas Gibran sebagai calon presiden sendiri,” ujar Adi.

Skenario serupa juga berlaku bagi Partai Demokrat. Jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menjadi pasangan Prabowo, Demokrat dinilai memiliki kesempatan untuk mengusung AHY sebagai calon presiden.

Sementara itu, PDI Perjuangan dinilai sebagai partai yang paling konsisten mengusung calon presiden sendiri sejak Pilpres 2004. Mulai dari Megawati Soekarnoputri pada 2004 dan 2009, Joko Widodo pada 2014 dan 2019, hingga Ganjar Pranowo pada 2024.

Karena rekam jejak tersebut, Adi menilai PDIP menjadi partai yang paling mungkin tetap mengusung calon presiden sendiri apabila tidak bergabung dengan koalisi Prabowo.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh skenario tersebut masih berupa prediksi karena dinamika politik menuju Pilpres 2029 masih sangat panjang.

Menurut Adi, teka-teki terbesar saat ini adalah apakah poros Jokowi, Demokrat, maupun PDIP akan tetap memilih bergabung dengan Prabowo, atau justru membentuk poros politik baru dengan mengusung calon presiden masing-masing.

“Semuanya masih sangat terbuka. Kita tunggu bagaimana konfigurasi politik menjelang Pilpres 2029,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *