DAMAIRA.CO.ID, PAMEKASAN-Beragam cara dilakukan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan untuk menjaga kualitas hasil panen. Salah satunya dilakukan oleh petani di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, yang mempertahankan kemurnian bibit melalui teknik penangkaran benih.
Dalam proses tersebut, bunga tanaman tembakau tidak dipetik seperti pada budidaya tembakau pada umumnya. Sebaliknya, bunga ditutup menggunakan kain putih agar tidak terjadi penyerbukan silang dengan tanaman lain.
Salah seorang petani, Khoirun Rusadi, menjelaskan bahwa metode tersebut bertujuan menjaga kemurnian varietas tembakau Prancak 95. Menurutnya, penyerbukan silang dapat mengubah karakter bibit sehingga kualitas dan keaslian varietas tidak lagi terjaga.
“Penutupan bunga dengan kain putih dilakukan agar proses penyerbukan tetap terkendali. Dengan begitu, benih yang dihasilkan tetap murni sebagai varietas Prancak 95,” ujarnya.
Ia menambahkan, benih yang berasal dari varietas asli memiliki kualitas lebih baik dan menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan tembakau berkualitas tinggi.
Khoirun berharap upaya penangkaran benih tersebut dapat terus dilakukan sehingga kualitas tembakau Pamekasan tetap terjaga. Dengan kualitas yang semakin baik, harga jual tembakau di tingkat petani juga diharapkan meningkat, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan petani, termasuk mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah haji.







