DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus mendorong penguatan keterbukaan informasi publik melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan berkunjung ke Universitas Annuqayah (UA), Rabu (15/4/2026).
Kunjungan lima komisioner KI Sumenep, yakni Moh Rifai, Winanto, Ahmad Ainol Horri, Hasdani, dan Kamarullah, diterima langsung oleh Rektor Universitas Annuqayah, Moh Husnan A. Nafi’, bersama jajaran pimpinan kampus di ruang rektorat.
Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, menyampaikan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi bagian strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
“Kemitraan di sektor literasi ini sangat penting dilakukan bersama kampus. Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang sadar akan hak dan kewajiban terhadap informasi publik,” ujarnya.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang strategis untuk menyebarluaskan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. KI Sumenep berharap kerja sama ini dapat diwujudkan dalam berbagai program, seperti seminar, pelatihan, kelas singkat, magang, dan praktek lapangan terkait keterbukaan informasi.
Sementara itu, Rektor Universitas Annuqayah, Moh Husnan A. Nafi’, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan KI Sumenep sejalan dengan semangat kampus dalam mengembangkan literasi kritis di kalangan mahasiswa.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama ini. Literasi keterbukaan informasi publik penting untuk membangun budaya akademik yang transparan dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Pihaknya juga berharap sinergi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata, baik dalam penguatan kapasitas mahasiswa maupun dalam mendorong tata kelola informasi yang lebih baik di lingkungan kampus dan masyarakat.
Dengan adanya kemitraan ini, KI Sumenep optimistis literasi keterbukaan informasi publik akan semakin meluas, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai pilar penting dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan demokratis.






