DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Percepatan adaptasi birokrasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Hal itu ditegaskan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyampaikan arahannya usai pengukuhan Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten di Kabupaten Sumenep, beberapa waktu lalu
Dalam agenda yang berlangsung di Ruang Rapat Raden Arya Wiraraja, Kantor Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi menekankan pentingnya percepatan transisi kepemimpinan birokrasi agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif, adaptif, dan responsif terhadap perubahan.
Ia meminta Sekda yang baru segera melakukan koordinasi intensif dengan mantan Penjabat Sekda, Syahwan Effendi, guna memastikan kesinambungan program pemerintahan tanpa hambatan.
“Harapan saya, Pak Sekda segera duduk bersama dengan eks Pj Sekda agar proses transisi berjalan cepat. Yang baik diteruskan, yang kurang baik diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Fauzi, birokrasi daerah tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Perubahan situasi sosial, ekonomi, dan ekspektasi publik menuntut aparatur pemerintah bergerak lebih lincah, inovatif, dan solutif.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan periode awal kepemimpinannya.
“Anggaran sekarang tidak seindah saat periode pertama saya menjabat. Kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri bagi daerah,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap didorong untuk menghadirkan terobosan strategis guna memperkuat kemandirian keuangan daerah. Salah satu langkah utama adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar struktur APBD semakin kokoh dan tidak terlalu bergantung pada dana transfer pusat.
Bupati mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembahasan terbatas bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk memetakan potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Ada beberapa potensi yang sudah kami kaji, namun belum optimal. Potensi inilah yang akan kita maksimalkan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Agus Dwi Saputra menyatakan kesiapan menjalankan arahan kepala daerah, terutama dalam memperkuat fungsi koordinasi dan sinkronisasi pembangunan lintas perangkat daerah.
“Kami menangkap pesan bahwa harus ada lompatan besar. Sinergi seluruh elemen birokrasi menjadi kunci untuk mewujudkannya,” tegasnya.
Dengan penekanan pada transisi birokrasi yang cepat, adaptif, dan penguatan kemandirian fiskal, Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan tetap mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang optimal di tengah dinamika kebijakan efisiensi anggaran nasional.(mad)






