Bakat Besar dari Tangan Mungil Syifa, Seniman Cilik Sumenep Tuai Apresiasi Internasional

oleh
oleh

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Goresan tangan seorang anak kembali membuktikan bahwa seni tak mengenal batas usia. Ana Syifaul Millah Arsa, atau yang akrab disapa Syifa, seniman cilik asal Sumenep, berhasil mencuri perhatian dalam Pameran dan Bursa Keris Cipta Rupa Vol. II yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep pada 9–11 Oktober 2026, di depan Labang Mesem, Keraton Sumenep.

Karya Syifa berjudul Pusaka menjadi salah satu karya yang menuai apresiasi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep tersebut, pilihan warna yang dituangkan Syifa pada karyanya menarik perhatian Adeline Mong-Minap Poufong, seniman asal Irlandia dan Kamerun yang kini menetap di Vancouver, Kanada.

Perpaduan warna hijau yang kuat dinilai mampu menghadirkan kesan hidup sekaligus merefleksikan keindahan alam.
“Saya sangat suka warna yang kamu pakai. Warna hijaunya itu membuat karya ini terlihat lebih hidup dan seperti alam. Karyanya sangat indah sekali,” kata Adeline saat memberikan apresiasi terhadap karya Syifa.

Pengakuan tersebut menjadi momen istimewa bagi Syifa. Di usianya yang masih belia, karya yang dihasilkannya mampu menarik perhatian seniman dari kancah internasional. Apresiasi itu sekaligus menjadi penyemangat bagi Syifa untuk terus mengasah kreativitas, mengeksplorasi warna, dan mengembangkan kemampuannya dalam dunia seni rupa.

Apresiasi serupa juga datang dari Ika Arista, empu perempuan asal Sumenep. Ia melihat Syifa memiliki bakat seni yang patut mendapat perhatian dan ruang untuk terus berkembang. Bagi Ika, usia muda bukanlah penghalang bagi seseorang untuk melahirkan karya yang memiliki daya tarik dan nilai artistik.
“Syifa yang masih duduk di bangku SDIT Al-Hidayah ini layak disebut sebagai seniman cilik Sumenep,” ungkap Ika Arista.

Apresiasi dari seniman internasional dan empu perempuan Sumenep tersebut menjadi catatan membanggakan bagi perjalanan kreatif Syifa. Melalui karya Pusaka, ia menunjukkan bahwa potensi seni dapat tumbuh sejak usia dini dan menemukan ruang untuk bersinar ketika mendapat kesempatan. Di tengah semarak perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep, karya Syifa menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk ikut menjaga, menghidupkan, dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya melalui kreativitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *