KKN UA Kenalkan Daur Ulang Sampah Plastik Lewat Karya Kolase Anak

oleh
oleh

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 27 mengajak anak-anak RA dan PAUD di Pesantren Attarbiyah, Desa Brakas Daya, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, belajar peduli lingkungan melalui kegiatan kreatif.

Anak-anak diajak memanfaatkan potongan sampah plastik menjadi bahan membuat karya kolase. Kegiatan tersebut digelar Kamis (3/9/2026).

Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa mengumpulkan sampah plastik dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. Potongan itu kemudian ditempelkan pada gambar yang telah disiapkan hingga menjadi karya kolase.

Anak-anak dilibatkan dalam setiap tahapan, mulai memilih warna potongan plastik hingga menentukan bagian gambar yang akan ditempel. Mereka juga bebas berkreasi sesuai imajinasi masing-masing.

Sekretaris KKN UA Posko 27, Farah Muttaqiyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak.

“Anak-anak tidak hanya diajak bermain dan membuat karya, tetapi juga dikenalkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan,” kata Farah.

Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan kreatif membuat anak lebih mudah belajar tentang lingkungan tanpa harus menerima materi yang bersifat teoritis.

“Kami ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Mereka belajar sambil bermain, berkarya, sekaligus mengenal kembali sampah yang ada di sekitar,” ujarnya.

Selain edukasi lingkungan, pembuatan kolase juga melatih kreativitas dan keterampilan motorik anak. Mereka belajar memilih bahan, menentukan posisi, sekaligus menempelkan potongan plastik pada gambar.

Farah menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan karya seni. Mahasiswa KKN juga ingin mengenalkan kebiasaan menggunakan kembali barang yang masih memiliki manfaat.

“Sampah tidak selalu harus langsung dibuang. Ada yang bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna, termasuk sebagai media belajar dan berkarya bagi anak-anak,” katanya.

Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, mereka memilih sendiri potongan plastik dan menyusunnya menjadi kolase.

Bagi KKN UA Posko 27, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Farah berharap pengalaman tersebut dapat membangun pemahaman sederhana pada anak-anak bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil.

“Kami berharap yang dibawa pulang anak-anak bukan hanya karya kolasenya, tetapi juga pemahaman bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil dan kreativitas yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.