Gerakan Hijau Penyuluh Agama Sumenep, Tanam Pohon Demi Selamatkan Alam

oleh
oleh
Penanaman pohon

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sumenep menggelar aksi penanaman ribuan pohon di 27 kecamatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan upaya menjaga keseimbangan alam.

Salah satu kegiatan penanaman pohon dipusatkan di Bukit Pongkeng, Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Jumat pagi (22/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, KH Abdul Wasid, bersama jajaran pejabat kecamatan serta ratusan penyuluh agama se-Kabupaten Sumenep.

Dalam kegiatan itu, para penyuluh menanam berbagai jenis pohon produktif, khususnya alpukat. Sedikitnya terdapat empat varietas unggulan yang ditanam, yakni alpukat Red Vietnam, Miki, Aligator, dan Markus.

Kepala Kemenag Sumenep KH Abdul Wasid mengatakan, gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen penyuluh agama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan.

“Dulu pada tahun 2024 kami juga melakukan penanaman mangrove. Hari ini dilanjutkan dengan penanaman pohon alpukat berbagai varietas dan nantinya akan diikuti seluruh penyuluh di berbagai kecamatan, baik di sekitar kantor maupun di rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sedikitnya seribu pohon ditargetkan ditanam oleh para penyuluh agama bersama ASN Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.

“Terima kasih kepada para penyuluh yang memiliki kepedulian terhadap alam semesta. Bumi tempat kita tinggal harus kita cintai bersama. Jangan sampai alam ini rusak. Salah satu cara menjaganya adalah dengan menanam pohon, karena manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang,” katanya.

Menurut KH Abdul Wasid, gerakan penghijauan tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga bagian dari dakwah sosial dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep, Moh. Halili, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir IPARI tahun 2026. Ia menegaskan, penyuluh agama memiliki peran strategis di tengah masyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.

“Merawat bumi itu bagian dari keimanan. Penanaman pohon ini bukan hanya memberikan kerindangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aksi penanaman pohon dilakukan secara serentak oleh para penyuluh agama di 27 kecamatan sebagai bentuk gerakan nyata membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Selain menjaga kelestarian alam, pohon buah yang ditanam ini nantinya juga bisa menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Melalui gerakan tersebut, IPARI Sumenep berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kelestarian alam tetap terjaga untuk generasi masa depan.(mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *