PWRI Sumenep Hidupkan Budaya Baca, Perkuat Literasi untuk Menumbuhkan Nalar Kritis Sejak Dini

oleh
oleh
Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono menyerahkan sebanyak 70 eksemplar buku

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar Mimbar Jurnalistik bertema “Membangun Budaya Baca dan Nalar Kritis di Era Informasi”.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/2/2026) siang di Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding ini menjadi langkah nyata PWRI Sumenep dalam menghidupkan budaya baca sekaligus memperkuat literasi sebagai fondasi pembentukan nalar kritis sejak usia dini.

Tidak hanya menghadirkan diskusi literasi dan jurnalistik, Mimbar Jurnalistik juga dirangkai dengan penyerahan hibah sebanyak 70 eksemplar buku kepada pengelola Taman Baca Gerakan Literasi Arroqy. Hibah tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik minat baca pelajar serta memperkaya bahan bacaan yang edukatif dan berkualitas.

Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menegaskan bahwa budaya membaca merupakan pintu awal bagi tumbuhnya daya pikir kritis di tengah gempuran informasi digital yang kian masif.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami, menyaring, dan menalar informasi. Karena itu, kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki nalar kritis yang kuat,” ujarnya.

Tenaga Ahli (TA) Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar, menyatakan bahwa penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan.

“Budaya baca yang hidup akan melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Literasi sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Islam Arroqy Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kiai Subaidi Mukhtar, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai Mimbar Jurnalistik mampu menumbuhkan semangat belajar serta kecintaan siswa terhadap buku.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan upaya kami menanamkan kebiasaan membaca kepada siswa sejak dini. Kami berharap literasi menjadi bagian dari kultur belajar di sekolah,” tuturnya.

Koordinator Literasi Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Ridwan, menambahkan bahwa hibah buku yang diterima akan dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan taman baca sebagai pusat aktivitas literasi.

“Buku-buku ini akan menjadi sarana pembelajaran yang mendorong anak-anak gemar membaca, berpikir kritis, dan berani bertanya,” ucapnya.

Melalui Mimbar Jurnalistik yang diinisiasi DPC PWRI Sumenep tersebut, diharapkan budaya baca semakin hidup, literasi semakin kuat, dan nalar kritis tumbuh sejak dini di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Sumenep.(yon)