DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berlangsung meriah dan spektakuler. Event tahunan yang digelar Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kemeriahan MEC 2026 semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah raja, sultan, pangeran, serta kerabat kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia.
MEC 2026 digelar di sepanjang jalan depan Labang Mesem Keraton Sumenep hingga sisi barat Taman Bunga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kalender Event Sumenep 2026.
Sejak pembukaan, suasana meriah sudah terasa dengan penampilan berbagai kesenian tradisional. Defile musik tradisional dan tari-tarian turut mengiringi para peserta yang tampil mengenakan kostum kreatif dengan beragam konsep.
Mengangkat tema Keraton Sumenep, para peserta menampilkan busana yang memadukan kreativitas dengan kekayaan budaya lokal. Sejumlah kostum memanfaatkan bahan lokal seperti daun siwalan yang dipadukan dengan berbagai material lainnya.
Tidak hanya itu, sejumlah ikon Sumenep juga dituangkan dalam desain kostum, seperti Labang Mesem, Masjid Jamik, dan Keraton Sumenep. Perpaduan unsur tradisional dan kreativitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri sepanjang gelaran karnaval.
Ketua KJS, M. Hariri, mengungkapkan bahwa kehadiran para pemangku adat dari berbagai penjuru Tanah Air ini menjadi tonggak pencapaian tersendiri. MEC dirancang tidak sekadar untuk unjuk kemegahan budaya, melainkan sebagai sarana strategis untuk menganyam kembali jejaring silaturahmi antarkerajaan.
“Kami sangat berharap partisipasi para tokoh kerajaan ini bukan sebatas pelengkap kemeriahan. Lebih dari itu, ruang perjumpaan ini sangat berharga untuk saling bertukar wawasan dan merawat warisan sejarah dari masing-masing wilayah,” tutur Hariri,
Penampilan para peserta pun menarik perhatian para tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara yang hadir. Mereka datang dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Yogyakarta, hingga Maluku Utara.
Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung, mengapresiasi pelaksanaan MEC 2026.
Menurutnya, kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya seperti MEC menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Madura Ethnic Carnival ini. Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam,” ujar Pangeran Edward.
Ia juga menilai kehadiran para tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan jejaring kebudayaan antarkerajaan Nusantara.
“Kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara dari berbagai daerah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kebudayaan antarkerajaan Nusantara,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta MEC 2026, Nur Fatih Nazila Kanzah, mengaku senang dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan MEC 2026 ini. Semoga kegiatan seperti ini terus rutin dilaksanakan setiap tahun dan bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
MEC 2026 tidak hanya menjadi panggung kreativitas melalui kemegahan kostum dan pertunjukan seni. Lebih dari itu, event tersebut menjadi ruang pertemuan budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat luas.
Kehadiran para tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah juga memberikan warna tersendiri bagi upaya membangun jejaring kebudayaan Nusantara melalui Sumenep.






