DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Mahasiswa dari berbagai negara berkolaborasi memperkenalkan energi terbarukan kepada para siswa di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.
Edukasi dilakukan dengan permainan merakit mobil mainan bertenaga surya agar siswa lebih mudah memahami pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari Malaysia, Tiongkok, Hong Kong, Pakistan, serta Universitas Airlangga.
Program menyasar daerah terpencil, termasuk Pulau Gili Iyang dan sejumlah pulau lainnya di Kabupaten Sumenep.
Sebagai kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak di Jawa Timur, Sumenep masih menghadapi tantangan dalam penyediaan energi listrik. Sebagian masyarakat di wilayah kepulauan belum menikmati pasokan listrik secara reguler seperti di wilayah daratan.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan dengan cara yang interaktif. Salah satunya melalui perakitan mobil mainan yang menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga. Energi matahari dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.
Ketua Panitia sekaligus dosen, Ika, mengatakan program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) bertujuan meningkatkan pemahaman siswa dan masyarakat mengenai pentingnya energi terbarukan sebagai solusi kebutuhan energi di masa depan.
“Edukasi ini kami kemas melalui permainan agar siswa lebih mudah memahami manfaat energi terbarukan. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal teknologi ramah lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya di lingkungan masing-masing, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki potensi energi surya cukup besar,” ujarnya.
Selain edukasi energi terbarukan, program SEGTA juga menghadirkan inovasi penyaringan air bersih yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendidikan mengenai energi terbarukan sangat penting karena masih banyak wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses listrik.
“Kami mengapresiasi program ini karena memberikan edukasi sejak dini kepada para siswa mengenai energi terbarukan. Pemerintah daerah siap mendukung pengembangan program serupa sebagai upaya mempercepat pemerataan akses energi sekaligus mendukung digitalisasi pendidikan di wilayah kepulauan,” kata Moh. Iksan.
Program SEGTA diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di Pulau Gili Iyang, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkuat penerapan energi berkelanjutan dan teknologi hijau di berbagai wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.






