Kiai Abdul Adim: Manusia Tak Mampu Ciptakan Setetes Air, Alam Harus Dijaga

oleh
oleh
Kiai Abdul Adim Gaungkan Taubat Ekologi dalam Gerakan Tanam Pohon IPARI Sumenep

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Kiai Abdul Adim memberikan tausiah ekologi dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sumenep di Bukit Ponkeng, Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang diinisiasi IPARI Sumenep untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya merawat bumi.

Kegiatan itu diikuti ratusan penyuluh agama Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep. Selain penanaman pohon, kegiatan juga dirangkai dengan aksi bersih-bersih lingkungan, istighasah, serta tausiah bertema ekologi dan pelestarian alam.

Dalam tausiahnya, Kiai Abdul Adim menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan menciptakan sumber kehidupan, bahkan setetes air sekalipun. Karena itu, menjaga lingkungan dan menanam pohon merupakan bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

“Kita tidak mampu membuat setetes air sekalipun. Maka melalui gerakan ekologi ini, kita diajak untuk bertaubat secara ekologis dengan menjaga alam dan menanam pohon demi keberlangsungan generasi masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, gerakan penanaman pohon tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan secara berkelanjutan oleh para penyuluh agama dan masyarakat.

“Hari ini para penyuluh agama Islam di Kabupaten Sumenep terlibat langsung dalam gerakan ekologi. Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian alam,” katanya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, para penyuluh agama diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak masyarakat dalam menjaga bumi agar tetap lestari.

“Kami ingin memastikan generasi mendatang tidak mewarisi air mata penyesalan akibat kerusakan alam. Karena itu, mari bersama-sama menjaga bumi dan menciptakan lingkungan yang bermanfaat bagi kehidupan,” tuturnya.

Kiai Abdul Adim juga berharap gerakan ekologi yang digagas IPARI Sumenep dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.

Dengan demikian, para penyuluh agama tidak hanya berdakwah melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat luas.(mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *