DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, semakin dilirik wisatawan dari berbagai daerah. Daya tarik destinasi wisata yang beragam, dipadukan dengan agenda seni dan budaya sepanjang tahun, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 1,5 juta orang pada 2026.
Capaian tersebut menunjukkan potensi pariwisata Sumenep semakin berkembang. Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mengoptimalkan promosi destinasi wisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menarik perhatian masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan tingginya kunjungan wisatawan tidak terlepas dari strategi pemerintah daerah dalam memadukan potensi destinasi wisata dengan kegiatan seni dan budaya.
“Sebab, konsep yang kami terapkan adalah memadukan keberagaman destinasi wisata yang ada di Sumenep ini dengan agenda budaya,” kata Faruk di Sumenep, Minggu.
Ia menjelaskan, sepanjang 2026 Pemkab Sumenep menggelar 110 kegiatan yang masuk dalam kalender kegiatan daerah. Sebanyak 54 kegiatan dilaksanakan di tingkat kecamatan, sedangkan 56 kegiatan lainnya digelar di tingkat kabupaten.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 104 kegiatan. Penambahan agenda seni dan budaya dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung ke Sumenep.
Berdasarkan catatan Disbudporapar, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari hingga Oktober 2026 mencapai sekitar 1,5 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika jumlah kunjungan tercatat sekitar 1,2 juta orang.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa Sumenep tidak hanya memiliki kekayaan destinasi wisata alam, tetapi juga daya tarik budaya yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata daerah. Berbagai agenda yang digelar sepanjang tahun diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi Sumenep kepada wisatawan dari luar daerah.
Salah satu agenda yang diproyeksikan mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar adalah Madura Culture Festival (MCF) 2026. Faruk memperkirakan kegiatan tersebut berpotensi menarik sekitar 150.000 pengunjung, baik dari Sumenep maupun berbagai daerah lainnya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian dari sisi jumlah pengunjung, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran wisatawan berpotensi meningkatkan transaksi di sektor kuliner, transportasi, penginapan, penjualan oleh-oleh, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harapan kami, setiap event yang kita gelar tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Akan tetapi, juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di kabupaten ini,” ungkap Faruk.
Pemkab Sumenep berharap tren positif tersebut terus berlanjut melalui pengembangan destinasi, penguatan promosi, serta penyelenggaraan kegiatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai tujuan wisata unggulan di Madura.
