DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Kabupaten Sumenep kembali memperingati hari jadinya yang ke-757 pada 31 Oktober 2026. Angka tersebut bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan bukti panjangnya sejarah sebuah daerah yang telah melewati berbagai zaman, pergantian kepemimpinan, hingga dinamika kehidupan masyarakat.
Memasuki usia lebih dari tujuh abad, Sumenep tergolong daerah yang memiliki perjalanan sejarah panjang. Usia 757 tahun menjadi pengingat bahwa daerah ini tidak dibangun dalam waktu singkat. Ada warisan sejarah, budaya, tradisi, serta perjuangan para pendahulu yang membentuk identitas Sumenep hingga saat ini.
Namun, semakin bertambahnya usia sebuah daerah, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga warisan masa lalu sekaligus menjawab tantangan masa depan. Peringatan hari jadi tidak seharusnya berhenti pada seremoni, penggunaan pakaian adat, ataupun kemeriahan berbagai kegiatan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi ruang refleksi tentang sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejarah mencatat, Hari Jadi Sumenep merujuk pada pengangkatan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama pada 31 Oktober 1269. Penetapan tersebut menjadikan Sumenep memiliki perjalanan sejarah yang bahkan lebih tua dibandingkan berdirinya Kerajaan Majapahit pada 1293.
Dalam perjalanan panjangnya, Sumenep pernah berada di bawah kepemimpinan puluhan raja sebelum memasuki era pemerintahan kabupaten. Jejak kejayaan masa lalu itu masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan sejarah, seperti Keraton Sumenep, Asta Tinggi, Masjid Jamik, hingga tradisi dan kesenian yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Sementara bagi masyarakat, hari jadi merupakan kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Menjaga kebudayaan, merawat peninggalan sejarah, membangun solidaritas, dan ikut mengawasi jalannya pembangunan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Sumenep sudah berusia 757 tahun. Sebuah usia yang sangat tua bagi perjalanan sebuah daerah. Namun, kebesaran sejarah tidak boleh hanya menjadi kebanggaan masa lalu. Sejarah seharusnya menjadi pijakan untuk membangun masa depan.
Pada akhirnya, Sumenep tidak hanya membutuhkan perayaan atas usianya yang panjang, tetapi juga membutuhkan kemajuan yang benar-benar dirasakan rakyatnya. Sebab, keberhasilan sebuah daerah bukan semata-mata karena mampu bertahan selama berabad-abad, melainkan karena mampu memberikan kehidupan yang semakin baik bagi generasi yang akan datang.
Selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Tua dalam sejarah, kuat dalam budaya, dan harus terus bergerak menuju kesejahteraan.
Wallāhu a‘lam bish-shawab
Pecinta Kopi Hitam
