Optimalkan irigasi dan pendampingan, Pemkab Sumenep jaga produktivitas petani saat kemarau

oleh
oleh
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, khususnya saat memasuki musim kemarau.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program pendampingan petani, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga upaya menjaga ketersediaan air untuk mendukung produktivitas lahan.

Hal itu ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Senin (06/07/2023). Menurutnya, perhatian terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagian besar masyarakat Sumenep masih menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait harus memberikan perhatian maksimal terhadap kebutuhan petani,” kata Bupati.

Bupati menekankan, fokus pemerintah saat musim kemarau meliputi tiga hal utama, yaitu menjaga hasil panen, memastikan ketersediaan air, dan mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi.

“Sektor pertanian harus benar-benar mendapatkan perhatian secara maksimal saat memasuki musim kemarau. Mulai dari hasil panen, ketersediaan air hingga irigasi harus menjadi fokus bersama agar produktivitas petani tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan Kabupaten Sumenep memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas lahan mencapai lebih dari 103 ribu hektare. Lahan tersebut ditopang berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun, hingga sektor peternakan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

“Kabupaten Sumenep dikaruniai potensi sumber daya alam yang sangat besar dengan potensi wilayah lahan pertanian seluas 103 ribu hektare lebih, dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun dan ternak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan arahan Bupati menjadi pedoman jajarannya untuk memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah tantangan musim kemarau.

“Apa yang disampaikan Bupati menjadi perhatian kami. Alhamdulillah, bagi masyarakat Madura khususnya Sumenep, dua musim yang kita miliki, yaitu musim hujan dan musim kemarau, sama-sama menjadi berkah bagi para petani,” ucapnya.

Ia merinci, DKPP terus mengoptimalkan program pengeboran sumber air, pemeliharaan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian di lapangan.

“Setiap hari para penyuluh melakukan pendampingan kepada petani mulai dari olah tanah, budidaya, edukasi, dukungan sarana berupa alsintan hingga infrastruktur keirigasian. Semua terus kami lakukan agar petani tetap produktif,” jelasnya.

Selain tanaman pangan, Pemkab Sumenep juga melihat musim kemarau sebagai peluang bagi petani perkebunan, khususnya tembakau. Kondisi cuaca yang mendukung diyakini berpengaruh terhadap kualitas hasil panen dan nilai ekonomi petani.

“Kalau musim kemarau bagus, harapannya kualitas tembakau juga bagus dan harganya semakin stabil. Jadi musim kemarau pun menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi petani,” tandas Chainur.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan para petani, Pemkab Sumenep berharap musim kemarau tahun ini dapat dilalui dengan baik dan menjadi momentum untuk menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(mat)