Lebaran Ketupat, Momen Berkah Bagi Pengrajin di Pamekasan

oleh
oleh
Pengrajin antusias membuat ketupat dari daun lontar muda

DAMAIRA.CO.ID, PAMEKASAN-Ketupat menjadi salah satu simbol yang tak terpisahkan dari tradisi tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri, khususnya bagi masyarakat Pamekasan. Momen ini bahkan terasa kurang lengkap jika tidak disertai dengan hidangan ketupat.

Bagi Juhana, warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan, membuat ketupat bukan sekadar tradisi, tetapi juga telah menjadi keahlian yang mendatangkan penghasilan. Setiap menjelang Lebaran Ketupat, ia rutin menerima pesanan dari warga.

Dengan keterampilannya, Juhana bersama keluarga mampu memproduksi hingga ribuan ketupat. Jumlah tersebut meningkat signifikan saat pesanan datang dari tetangga maupun relasi yang sudah menjadi pelanggan tetap, terutama tiga hari sebelum perayaan.

Menurut Juhana, proses pembuatan ketupat membutuhkan keterampilan dan ketelatenan, terutama dalam memilih bahan baku. Ia menekankan penggunaan daun lontar muda agar hasil anyaman lebih rapi dan kualitas ketupat lebih baik.

“Kalau daun lontarnya masih muda, hasilnya lebih bagus dan tidak mudah rusak,” ujar Juhana, pengrajin ketupat.

Tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi para pengrajin lokal di Pamekasan.(Bai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *