Didampingi Bupati Fauzi, Menteri KKP Kunjungi KNMP Dapenda untuk Perkuat Produktivitas dan Dongkrak Kesejahteraan Nelayan

oleh
oleh
Oplus_131072

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Dapenda, Kabupaten Sumenep, Selasa (03/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, menteri KKP memberikan perhatian penuh terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diproyeksikan sebagai model penguatan ekonomi daerah pesisir yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah menekankan pembangunan pada penyediaan fasilitas strategis yang secara langsung menjawab kebutuhan nelayan, mulai dari ketersediaan bahan bakar hingga penguatan sistem rantai dingin.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya pembangunan kawasan berbasis produktivitas, khususnya melalui penyediaan infrastruktur fisik yang mampu memangkas biaya operasional nelayan tanpa mengurangi kualitas hasil tangkapan.

Salah satu wujud konkret pembangunan tersebut adalah rencana pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kehadiran SPBN diharapkan mempermudah akses nelayan terhadap bahan bakar serta mempersingkat jarak tempuh yang selama ini menjadi kendala.

Selain itu, fasilitas pendukung lain yang telah tersedia yakni pabrik es portable yang kini sudah beroperasi dan dimanfaatkan nelayan setempat.

Pemerintah juga akan melengkapi sarana tersebut dengan pembangunan cool storage serta penyediaan kendaraan berpendingin guna memperkuat sistem distribusi, sehingga kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke pasar.

“Seluruh fasilitas yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan,” ujar Menteri KKP.

Ia menambahkan, kualitas hasil tangkapan memiliki pengaruh signifikan terhadap harga jual di pasaran. Dengan terpenuhinya sarana pendukung, nelayan diharapkan tidak lagi mengalami kerugian akibat penurunan mutu ikan.

“Kualitas tangkapan sangat menentukan harga jual,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembangunan KNMP di Desa Dapenda dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp10,25 miliar. Program ini mencakup 26 komponen pembangunan, antara lain balai nelayan, bengkel, docking kapal, sentra kuliner, musala, shelter coldbox, serta bantuan 50 unit coolbox, 10 mesin kapal, dan 220 alat tangkap.

Kabupaten Sumenep dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan karena memiliki potensi perikanan yang besar. Di Desa Dapenda tercatat 1.893 kepala keluarga, dengan 421 nelayan aktif dan 31 unit kapal. Komoditas utama yang ditangkap meliputi tongkol, kembung, cakalang, dan salengseng.

Program ini merupakan bagian dari peninjauan 100 titik KNMP di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih dalam satu tahun sebagai langkah percepatan modernisasi kawasan pesisir nasional.

“Kita menargetkan seribu KNMP terbangun dalam satu tahun,” pungkasnya.(mad)