Ramadan Sehat, Pemkab Sumenep Intensifkan Pengawasan Makanan Berbuka

oleh
oleh
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengintensifkan pengawasan makanan dan minuman takjil selama bulan Ramadan

DAMAIRA.CO.ID, SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengintensifkan pengawasan makanan dan minuman takjil selama bulan Ramadan guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep dengan menyiapkan tim khusus yang akan turun langsung ke lapangan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fahdasah, mengatakan pengawasan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah daerah agar kegiatan pembagian takjil maupun penjualan makanan berbuka puasa tetap memperhatikan standar kesehatan dan kebersihan.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tim keamanan pangan yang akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap makanan yang dijual maupun dibagikan kepada masyarakat.

“Tim akan turun untuk memastikan makanan takjil yang dijual sudah sesuai dengan standar keamanan pangan,” kata Ellya.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan tidak hanya secara visual, tetapi juga menggunakan alat khusus berupa sanitarian kit untuk memastikan makanan benar-benar aman dan higienis. Peralatan tersebut membantu petugas menilai kondisi makanan, termasuk tingkat kebersihan dan kelayakan konsumsi.

Pengawasan juga melibatkan petugas hingga tingkat kecamatan. Tim kesehatan di masing-masing puskesmas disiapkan untuk memantau kegiatan pembagian takjil di wilayah kerjanya.
“Di kecamatan-kecamatan juga ada tim yang ikut turun saat ada kegiatan pembagian takjil,” ujarnya.

Selain melakukan pemeriksaan, Dinkes turut memberikan edukasi kepada pedagang agar selalu menjaga kebersihan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian. Hal ini dinilai penting karena makanan yang awalnya aman dapat terkontaminasi apabila tidak ditangani dengan baik.
“Bukan hanya pemeriksaan, tetapi juga edukasi kepada penjual agar menjaga kebersihan makanan,” jelasnya.

Pihak yang berencana membagikan takjil juga disarankan berkoordinasi dengan Dinkes apabila ingin memastikan makanan yang dibagikan memenuhi standar keamanan pangan. Meski demikian, pengawasan akan difokuskan pada pedagang yang berjualan rutin di titik-titik keramaian.

Ellya menambahkan, program pengawasan keamanan pangan sebenarnya telah berjalan secara berkala, seperti di sekolah dan kantin sehat. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut karena meningkatnya aktivitas konsumsi makanan di ruang publik.

Melalui pengawasan ini, Pemkab Sumenep berharap masyarakat dapat mengonsumsi takjil dengan aman tanpa khawatir terhadap risiko gangguan kesehatan.

“Intinya memastikan pangan itu aman, higienis, dan siap untuk dikonsumsi,” pungkasnya.(mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *